Jumat, 18 Juli 2014

Bulan Ramadahan tiba, Bagaimana Puasa bagi ank-anak?


Bulan Ramadahan tiba
Bagaimana Puasa bagi ank-anak?

 
            Bulan ramadhan merupakan bulan dimana setiap orang yang beragama islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa sebgaimana yang telah menjadi kewajiban setiap tahunnya, sehingga tidak salah jika ada yang menamakan bulan ramadhan identik dengan bulan puasa, sebagaimana dalam syariah islam bahwa perintah puasa ini wajib hukumnya bagi orang yang sudah baligh dan memeluk agama islam “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah : 183).
Ayat diatas adalah ayat berisi perintah puasa di bulan ramadhan untuk kaum muslimin dan muslimat yang beriman yang ada di seluruh dunia, Kenapa ayatnya berbunyi “Hai orang-orang yang beriman?”, karena memang puasa ini hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Karena ketika tidak dilandasi dengan iman dan kekhlasan, maka puasa kita hanya akan mendapat lapar dan dahaga saja, Puasa merupakan ibadah vertikal antara manusia kepada Allah SWT. Puasa merupakan bukti keimanan dan kekhlasan seorang hamba kepada sang pencipta. Puasa tidak ada yang bisa menilainya selain Allah SWT.
Puasa ramadhan dimulai tanggal 1 ramadhan dan berakhir pada akhir bulan ramadhan(bisa 29 hari atau 30 hari). Puasa dimulai dari saat terbitnya matahari (fajar) sampai dengan terbenamnya matahari. Beberapa ayat dalam Al-quran dan Hadits yang berhubungan dengan waktu dilaksanakannya puasa :“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.” (Al-Baqarah:187).
“Hadits riwayat Ibnu Umar ra : Dari nabi SAW, bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan ramadhan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda : Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan ramadhan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan syawal. Apabil tertutup awal maka hitunglah (30 hari) ” (Hadits Bukhari Muslim)
Tak hanya mendapatkan pahala ketika menjalankannya, puasa Ramadhan bagiumat Islam juga mendapatkan bonus. Yaitu kesehatan tubuh akan semakin baik ketika menjalani puasa. berpuasa bisa memberi dampak positif bagi orang yang menjalankannya dari segi kesehata, namun juga banyak dijumpai pada kenyataanya orang mengalami kehausan dan hilangnya dahaga jika berpuasa, apalagi kalau kerja di bulan puasa, seakan-akan tidak punya tenaga untuk melakukan aktifitas seperti diluar bulan puasa. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon pertumbuhan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis orang yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan mengendalikan diri,.
Berbagai penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin, hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Penelitian meta analisis  terhadap berbagai hasil penelitian terkait yang diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009. Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait, hasilnya, terdapat manfaat luar biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia.
Karna pada dasarnya puasa itu secara tidak langsung puasa itu bermanfaat dalam menyeimbangkan fungsi tubuh, terutama fungsi sistem pencernaan yaitu dapat dibayangkan organ-organ pencernaan kita seperti mulut, lambung, usus tidak berhenti bekerja selama hidup. Puasa itulah saat yang tepat untuk mengistrhatkan sementara kerja organ-organ tersebut.
Maka dari itu tidak ada alasan lagi bagi para kaum muslim untuk tidak melaksanakan puasa selama bulan ramadhan, pertanyaaanya sekarang bagaimana kita melatih anak-ank kita agar melaksanakan puasa sejak dini, berapakah umur ideal bagi anak-anak untuk berpuasa?
             Menurut syariah islam Mengenai saat usia berapa sebaiknya mereka mulai dilatih? tidak ada keterangan yang tegas, yang ada adalah bila mereka menangis maka diberi makan. Usia yang ideal untuk melatih anak-anak berpuasa yaitu mulai umur tujuh tahun sebagaimana anjuaran dalam latihan shalat Rasulullah saw bersabda: “Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat pada saat umur tujuh tahun, dan pukulah mereka pada saat umur sepuluh tahun (jika tidak shalat), dan pisahkan tempar tidurnya.” (HR. Abu Dawud). 
             Jika sebelum umur tersebut sudah mampu maka boleh mulai dilatih dengan tetap memperhatikan kondisi si anak dan tidak memaksanya, tidak pula mencela pihak lain yang tidak mengambil sikap terakhir ini. Kewajiban puasa sama dengan shalat, "Puasalah kamu, niscaya kamu akan sehat". Hadist Rasulullah saw ini bukan hanya baik disematkan bagi semua umat muslim dewasa, tetapi juga anak-anak, dalam keseharian pada bulan non-Ramadhan, anak-anak banyak menghabiskan waktu untuk makandan minum sepuas  mereka tanpa mencermati kandungan gizi yang ada di dalamnya.
             Bagaimana orang tua mengantisipasi kebiasaan itu? Selain mengajarkan anak untuk lebih berhati-hati mengonsumsi panganan, menjelaskan manfaat dan kandungan makanan, pengendalian diri terhadap nafsu makan juga sangat bermanfaat. Salah satunya tentu saja melatih si kecil berpuasa. Dokter anak sekaligus ahli gizi, dr. Khairunnisa memaparkan beberapa manfaat yang didapat jika anak-anak dilatih berpuasa sejak dini. Ia malah menyarankan agar melatih puasa pada anak sejak umur 3 hingga 6 tahun. "Tidak ada ketentuan baku dari umur berapa anak dilatih untuk puasa, tapi lebih baik dari umur 3 sampai 6 tahun. Sehingga, nantinya anak terbiasa.
              Bagaimana memulai anak puasa? Latih anak untuk makan sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari. Semakin dewasa usia anak, berikan rentang waktu berpuasa lebih lama seperti setengah hari pada minggu berikutnya dan dilanjutkan berpuasa hingga waktu berbuka.
            Agar si kecil semangat berpuasa, buat agar sahur menyenangkan. Ajari anak makan sahur dengan lembut dan sabar. Mereka belum terbiasa terhadap pola sahur yang menyita waktu tidur dan makan dalam kondisi mengantuk. Agar anak lebih mudah makan sahur, buatlah menu-menu makan sahur favorit serta menu semenarik mungkin.
Selain itu, sibukkan anak saat berpuasa. Ciptakan kegiatan menarik, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat. Aktivitas bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa.
Banyak cara untuk membiasakan anak berpuasa tergantung kondisi anak anda serta pinter-pinternya orang tua untuk memberi pengertian dan semangat untuk melaksanakan ibadah puasa bagi anak-anak, salh satunya seperti yang diatas tadi atau Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul 12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat lemas. Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. Istilah menghabiskan waktu ini dikenal sebagai ‘ngabuburit’.
            Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan), tetap berikan aktivitas yang menyenangkan bersama agar mereka juga tidak menjadi pemalas. Puasa bukan untuk bermalas-malasan. ajarkan saja mereka untuk belajar mengaji. Biasanya anak-anak kecil akan sudah terlihat ramai-ramai ke masjid atau mushola untuk mengaji bersama. 
Doronglah anak Anda untuk menghabiskan waktu dengan kegiatan positif. Setelah sahur dan menjalankan sholat Subuh sebaiknya batasi kegiatan anak, jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau melakukan olahraga yang menguras tenaga. hal ini untuk mencegah mereka kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum maghrib untuk ngabuburit.
           Maka dengan ini anak anda akan terbiasa untuk melakukan ibadah puasa tahun berikutnya, tanpa butuh pengawasan lagi dari pihak orang tua, untuk membiasakan itu semua memang sulit tapi dengan bertahap akan timbul dengan sendirinya, dan mereka sadar bahwa puasa itu banyak manfaaatnya baik segi kesehatan maupun kepribadiannya. (Sul/dbs).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar