Bulan Ramadahan tiba
Bagaimana Puasa bagi ank-anak?
Bulan
ramadhan merupakan bulan dimana setiap orang yang beragama islam diwajibkan
untuk melaksanakan ibadah puasa sebgaimana yang telah menjadi kewajiban setiap
tahunnya, sehingga tidak salah jika ada yang menamakan bulan ramadhan identik
dengan bulan puasa, sebagaimana dalam syariah islam bahwa perintah puasa ini
wajib hukumnya bagi orang yang sudah baligh dan memeluk agama islam “Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Al-Baqarah : 183).
Ayat diatas adalah ayat berisi
perintah puasa di bulan ramadhan untuk kaum muslimin dan muslimat yang beriman
yang ada di seluruh dunia, Kenapa ayatnya berbunyi “Hai orang-orang yang
beriman?”, karena memang puasa ini hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang
beriman kepada Allah SWT. Karena ketika tidak dilandasi dengan iman dan
kekhlasan, maka puasa kita hanya akan mendapat lapar dan dahaga saja, Puasa
merupakan ibadah vertikal antara manusia kepada Allah SWT. Puasa merupakan
bukti keimanan dan kekhlasan seorang hamba kepada sang pencipta. Puasa tidak
ada yang bisa menilainya selain Allah SWT.
Puasa ramadhan dimulai tanggal 1
ramadhan dan berakhir pada akhir bulan ramadhan(bisa 29 hari atau 30 hari).
Puasa dimulai dari saat terbitnya matahari (fajar) sampai dengan terbenamnya
matahari. Beberapa ayat dalam Al-quran dan Hadits yang berhubungan dengan waktu
dilaksanakannya puasa :“Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa
bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun
adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat
menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi ma’af kepadamu. Maka
sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah
untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang
hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam,
(tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam
mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah
Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa.”
(Al-Baqarah:187).
“Hadits riwayat Ibnu Umar ra :
Dari nabi SAW, bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan ramadhan sambil
mengangkat kedua tangannya dan bersabda : Janganlah engkau memulai puasa
sebelum engkau melihat hilal awal bulan ramadhan dan janganlah berhenti puasa
sebelum engkau melihat hilal awal bulan syawal. Apabil tertutup awal maka
hitunglah (30 hari) ” (Hadits Bukhari Muslim)
Tak
hanya mendapatkan pahala ketika menjalankannya, puasa Ramadhan bagiumat Islam
juga mendapatkan bonus. Yaitu kesehatan tubuh akan semakin baik ketika
menjalani puasa. berpuasa bisa memberi dampak positif bagi orang yang
menjalankannya dari segi kesehata, namun juga banyak dijumpai pada kenyataanya
orang mengalami kehausan dan hilangnya dahaga jika berpuasa, apalagi kalau
kerja di bulan puasa, seakan-akan tidak punya tenaga untuk melakukan aktifitas
seperti diluar bulan puasa. Beberapa ahli meyakini puasa meningkatkan hormon
pertumbuhan tubuh dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis orang
yang berpuasa memiliki pola hidup lebih disiplin, sabar, mau berbagi dan
mengendalikan diri,.
Berbagai
penelitian telah mengungkap adanya mukjizat puasa ditinjau dari perpekstif
medis modern. Dalam penelitian ilmiah, tidak ditemukan efek merugikan dari
puasa Ramadhan pada jantung, paru, hati, ginjal, mata, profil endokrin,
hematologi dan fungsi neuropsikiatri. Penelitian meta analisis terhadap berbagai hasil penelitian terkait
yang diperoleh dari Medline dan jurnal lokal di negara-negara Islam 1960-2009.
Seratus tiga belas artikel yang memenuhi kriteria untuk dikaji secara mendalam
untuk mengidentifikasi rincian bahan terkait, hasilnya, terdapat manfaat luar
biasa dan tidak disangka sebelumnya oleh para ilmuwan tentang adanya mukjizat
puasa Ramadhan bagi kesehatan manusia.
Karna
pada dasarnya puasa itu secara tidak langsung puasa itu bermanfaat dalam
menyeimbangkan fungsi tubuh, terutama fungsi sistem pencernaan yaitu dapat
dibayangkan organ-organ pencernaan kita seperti mulut, lambung, usus tidak
berhenti bekerja selama hidup. Puasa itulah saat yang tepat untuk
mengistrhatkan sementara kerja organ-organ tersebut.
Maka dari itu tidak ada alasan lagi bagi para kaum
muslim untuk tidak melaksanakan puasa selama bulan ramadhan, pertanyaaanya
sekarang bagaimana kita melatih anak-ank kita agar melaksanakan puasa sejak
dini, berapakah umur ideal bagi anak-anak untuk berpuasa?
Menurut syariah islam Mengenai saat usia berapa
sebaiknya mereka mulai dilatih? tidak ada keterangan yang tegas, yang ada
adalah bila mereka menangis maka diberi makan. Usia yang ideal untuk melatih
anak-anak berpuasa yaitu mulai umur tujuh tahun sebagaimana anjuaran dalam
latihan shalat Rasulullah saw bersabda: “Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat
pada saat umur tujuh tahun, dan pukulah mereka pada saat umur sepuluh tahun
(jika tidak shalat), dan pisahkan tempar tidurnya.” (HR. Abu Dawud).
Jika sebelum umur tersebut sudah mampu maka boleh
mulai dilatih dengan tetap memperhatikan kondisi si anak dan tidak memaksanya,
tidak pula mencela pihak lain yang tidak mengambil sikap terakhir ini.
Kewajiban puasa sama dengan shalat, "Puasalah kamu, niscaya kamu akan
sehat". Hadist Rasulullah saw ini bukan hanya baik disematkan bagi semua
umat muslim dewasa, tetapi juga anak-anak, dalam keseharian pada bulan
non-Ramadhan, anak-anak banyak menghabiskan waktu untuk makandan minum sepuas mereka tanpa mencermati kandungan gizi yang
ada di dalamnya.
Bagaimana orang tua mengantisipasi kebiasaan itu? Selain
mengajarkan anak untuk lebih berhati-hati mengonsumsi panganan, menjelaskan
manfaat dan kandungan makanan, pengendalian diri terhadap nafsu makan juga
sangat bermanfaat. Salah satunya tentu saja melatih si kecil berpuasa. Dokter
anak sekaligus ahli gizi, dr. Khairunnisa memaparkan beberapa manfaat yang
didapat jika anak-anak dilatih berpuasa sejak dini. Ia malah menyarankan agar
melatih puasa pada anak sejak umur 3 hingga 6 tahun. "Tidak ada ketentuan
baku dari umur berapa anak dilatih untuk puasa, tapi lebih baik dari umur 3
sampai 6 tahun. Sehingga, nantinya anak terbiasa.
Bagaimana memulai anak puasa? Latih anak untuk makan
sahur bersama dan berpuasa selama beberapa jam selama beberapa hari. Semakin
dewasa usia anak, berikan rentang waktu berpuasa lebih lama seperti setengah
hari pada minggu berikutnya dan dilanjutkan berpuasa hingga waktu berbuka.
Agar si kecil semangat berpuasa, buat agar sahur
menyenangkan. Ajari anak makan sahur dengan lembut dan sabar. Mereka belum
terbiasa terhadap pola sahur yang menyita waktu tidur dan makan dalam kondisi
mengantuk. Agar anak lebih mudah makan sahur, buatlah menu-menu makan sahur
favorit serta menu semenarik mungkin.
Selain itu, sibukkan anak saat berpuasa. Ciptakan
kegiatan menarik, karena biasanya sekolah berlangsung lebih cepat. Aktivitas
bermain yang tak menguras tenaga akan membuatnya lupa bahwa ia sedang berpuasa.
Banyak cara untuk membiasakan anak berpuasa
tergantung kondisi anak anda serta pinter-pinternya orang tua untuk memberi
pengertian dan semangat untuk melaksanakan ibadah puasa bagi anak-anak, salh
satunya seperti yang diatas tadi atau Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah
relatif lebih kuat, coba perhatikan jam biologisnya. Biasanya sampai pukul
12.00, mereka masih bertahan namun lewat tengah hari, mereka akan terlihat
lemas. Jika memang mereka sudah tidak kuat, biarkan mereka berbuka. Tetapi jika
mereka masih terlihat segar, ajak mereka menghabiskan waktu hingga ashar dan
lebih bagus lagi jika bertahan hingga adzan Maghrib tiba. Istilah menghabiskan
waktu ini dikenal sebagai ‘ngabuburit’.
Di awal latihan anak puasa Ramadhan merupakan masa
penyesuaian tubuh terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas
dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi
juga jangan biarkan mereka kebablasan (dalam artian tidur berlebihan), tetap
berikan aktivitas yang menyenangkan bersama agar mereka juga tidak menjadi
pemalas. Puasa bukan untuk bermalas-malasan. ajarkan saja mereka untuk belajar
mengaji. Biasanya anak-anak kecil akan sudah terlihat ramai-ramai ke masjid
atau mushola untuk mengaji bersama.
Doronglah anak Anda untuk menghabiskan waktu dengan
kegiatan positif. Setelah sahur dan menjalankan sholat Subuh sebaiknya batasi
kegiatan anak, jangan biarkan mereka jalan-jalan pagi dalam jarak jauh atau
melakukan olahraga yang menguras tenaga. hal ini untuk mencegah mereka
kehabisan energi. Biarkan mereka bermain 1 jam sebelum maghrib untuk
ngabuburit.
Maka dengan ini anak anda akan terbiasa untuk
melakukan ibadah puasa tahun berikutnya, tanpa butuh pengawasan lagi dari pihak
orang tua, untuk membiasakan itu semua memang sulit tapi dengan bertahap akan
timbul dengan sendirinya, dan mereka sadar bahwa puasa itu banyak manfaaatnya
baik segi kesehatan maupun kepribadiannya. (Sul/dbs).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar