Jumat, 18 Juli 2014

5 Ancaman sosmed Mengintai Anda


5 Ancaman sosmed
Mengintai Anda

 


            Banyak sekali manfaat yang bisa diambil pada internet, namun bagi anak-anak keberadaan internet bisa menjadi bom waktu yang kapan saja bisa meledakkan apapun yang ada di sekelilingnya tanpa ada pengawasan dan pemahaman yang bisa memproteksi mereka. Masalahnya, seringkali mereka main join saja dengan social media tanpa memahami bahaya yang mengincar. Orang tua pun sering kali menganggap wajar saja jika anak mereka sudah mulai berfesbuk dan twiteria, tanpa member mereka peringatan tentang dampak negatifnya. Berikut ini beberapa ancaman di social media ke anak-anak yang perlu di ketahui oleh anda sbagai orang tua:
1.      Penipuan
Anak-anak dan remaja masih sangat polos, maka dari itu gampang untuk di kelabuhi oleh para penjahat social meida, modusnya biasanya akan menyamar menjadi teman sebaya, mengajak bertukar info, bahkan curhat. Ujung-ujungnya si korban akan dimintai tolong mentransfer uang dengan banyak alasan.
2.      Pelecehan seksual
Banyak sekali kasus tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh para predator sexsual modusnya mengajak kenalan lewat FB atau sosmed lainnya korban dibuat terlenan, ujung-ujungnya di ajak ketemuan, inilah awal pelecehan sexsual akan dilancarkan oleh pelaku criminal social media.
3.      Penyalahgunaan data
Modus pelaku criminal biasanya mereka akan meminta data-data penting seperti nomor ponsel, nomor telepon rumah, alamat rumah, bahkan nomor rekening orang tuanya. Si anak dan remaja yang masih polos akan dengan mudah memberikannya, tanpa menyadari bahwa semua data tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak yang meminta.
4.      Cyberbully
Kasus ini biasa dikenal dengan istilah dibully “dikerjain” oleh sesama anak-anak ataupun remaja. Modusnya saling ejek, adu mulut, akhirnya dilampiaskan dengan mengerjainya beramai-ramai. Ingatkan pada anak dan remaja kita untuk tidak memulai “peperangan” di dunia maya, sebab bisa fatal akibatnya, dan sangat merugikan mental mereka. Jika sudah terjadi, coba untuk menenangkannya, menutup akun sementara, dan mengalihkan perhatian ke aktivitas lain.
5.      Penculikan
Banyak sekali kasus penculikan yang berawal dari social media ini, modusnya biasanya diawali dengan berteman di social media, lalu saling menelepon, diajak copy darat, endingnya pelaku criminal ini menculiknya bahkan penjahat tersebut merupakan anggota jaringan penculikan dan penjualan manusia. Ingatkan ke anak-anak kita untuk jangan mau menerima ajakan bertemu orang yang dikenal di internet.

maka dari itu perlu kejelian dan kewaspadaan, kita kembalikan kepada teori yang mengatakan "segala sesuatu it pasti beguna tergantung dia yang memutuskan apakah banyak manfaatnya atau mudharatnya".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar