5 Ancaman sosmed
Mengintai Anda

Banyak
sekali manfaat yang bisa diambil pada internet, namun bagi anak-anak keberadaan
internet bisa menjadi bom waktu yang kapan saja bisa meledakkan apapun yang ada
di sekelilingnya tanpa ada pengawasan dan pemahaman yang bisa memproteksi
mereka. Masalahnya, seringkali mereka main join saja dengan social media tanpa
memahami bahaya yang mengincar. Orang tua pun sering kali menganggap wajar saja
jika anak mereka sudah mulai berfesbuk dan twiteria, tanpa member mereka
peringatan tentang dampak negatifnya. Berikut ini beberapa ancaman di social
media ke anak-anak yang perlu di ketahui oleh anda sbagai orang tua:
1. Penipuan
Anak-anak dan remaja masih sangat polos, maka dari itu gampang untuk di
kelabuhi oleh para penjahat social meida, modusnya biasanya akan menyamar
menjadi teman sebaya, mengajak bertukar info, bahkan curhat. Ujung-ujungnya si
korban akan dimintai tolong mentransfer uang dengan banyak alasan.
2. Pelecehan
seksual
Banyak sekali kasus tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh para
predator sexsual modusnya mengajak kenalan lewat FB atau sosmed lainnya korban
dibuat terlenan, ujung-ujungnya di ajak ketemuan, inilah awal pelecehan sexsual
akan dilancarkan oleh pelaku criminal social media.
3. Penyalahgunaan
data
Modus pelaku criminal biasanya mereka akan meminta data-data penting
seperti nomor ponsel, nomor telepon rumah, alamat rumah, bahkan nomor rekening
orang tuanya. Si anak dan remaja yang masih polos akan dengan mudah
memberikannya, tanpa menyadari bahwa semua data tersebut bisa disalahgunakan
oleh pihak yang meminta.
4. Cyberbully
Kasus ini biasa dikenal dengan istilah dibully “dikerjain” oleh sesama
anak-anak ataupun remaja. Modusnya saling ejek, adu mulut, akhirnya
dilampiaskan dengan mengerjainya beramai-ramai. Ingatkan pada anak dan remaja
kita untuk tidak memulai “peperangan” di dunia maya, sebab bisa fatal
akibatnya, dan sangat merugikan mental mereka. Jika sudah terjadi, coba untuk
menenangkannya, menutup akun sementara, dan mengalihkan perhatian ke aktivitas
lain.
5. Penculikan
Banyak sekali kasus penculikan yang berawal dari social media ini,
modusnya biasanya diawali dengan berteman di social media, lalu saling
menelepon, diajak copy darat, endingnya pelaku criminal ini menculiknya bahkan
penjahat tersebut merupakan anggota jaringan penculikan dan penjualan manusia.
Ingatkan ke anak-anak kita untuk jangan mau menerima ajakan bertemu orang yang
dikenal di internet.
maka dari itu perlu kejelian dan kewaspadaan, kita kembalikan kepada teori yang mengatakan "segala sesuatu it pasti beguna tergantung dia yang memutuskan apakah banyak manfaatnya atau mudharatnya".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar